MENCARI AIR

air
Bagi seorang pengembara, seperti Pramuka yang sedang melakukan kegiatan pengembaraan, jika persediaan air yang dibawa mulai menipis atau bahkan habis, maka ia harus menjaga agar tubuh tidak mengeluarkan cairan yang berlebihan.
Caranya adalah sbb :
1)       Bernafas melalui hidung secara teratur.
2)       Mengurangi berbicara.
3)       Mengurangi gerak yang berlebihan
4)       Banyak istirahat
5)       Tidak merokok dan minum minuman berakohol
6)       Berteduh di tempat yang rindang
7)       Tidak makan makanan kering ataupun berlendir
Air yang langsung dapat diminum :
1)       Tampungan air hujan.
2)       Air dari dalam tanaman.
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1)       Air yang tergenang
2)       Air dari sungai
3)       Air dari menggali tanah atau pasir
Beberapa cara untuk mendapatkan air :
1.        Dari tanaman atau pohon seperti pisang, rotan, bambu muda, kantung semar, enau, nipah, umbi-umbian, akar-akaran, pakis, kaktus, kelapa.
2.        Mengumpulkan embun pagi dengan menggunakan saputangan bersih.
Caranya, resapkan pada tumbuhan yang berembun lalu peras ke dalam tempat minum.
3.        Tanah batu
      Tanah kapur lebih banyak mata airnya, sebab kapur mudah dilarutkan sehingga terbentuk saluran air.
      Sepanjang dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
      Pada daerah berbatu granit. Carilah bukit berumput hijau, kemudian galilah.
4.        Tanah gembur, di tanah gembur air mudah di dapat. Carilah daerah lembah, karena permukaan air dekat dengan permukaan tanah.
5.        Kondensasi Tanah-Pohon atau Penyulingan Air.
Kondensasi yaitu dengan adanya perbedaan suhu antara tanah dengan pohon, kita dapat memperoleh air murni yang merupakan hasil proses kondensasi, diperlukan alat yang sangat sederhana, yaitu plastic dan tali pengikat.

Cara Penyulingan :
1.    Carilah pohon yang sehat dan bersih, lalu carilah dahan ranting yang mudah dicapai dan masukkan plastic (jangan bocor) kemudian ikat dengan tali atau benda apa saj. Keadaan tersebut akan menyebabkan terjadinya proses penguapan air minum.
2.    Carilah pohon yang bersih dan timbuhnya di atas tanah yang tidak berbau. Galilah tanah sehingga membentuk cekungan, tapi jangan terlalu dalam dari tempat pohon tumbuh. Masukkan plastic dan atur sedemikian rupa agar air terapung dengan baik. Lalu ikat ujungnya (hingga menutupi seluruh tanaman) dan gantung pada batang kayu yang disangga dengan baik. Cara ini akan menyebabkan terjadinya penguapan yang menghasilkan air.

Menaksir Lebar

Menaksir Lebar

Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :
1.Melempar Tali
Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk      melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.

2.Cara Segitiga
Cara ini digambarkan sebagai berikut :

Rumus :
Jika  A = B maka
C = D 

dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang Datau cara segitiga berikut :




Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd

Perlukah Lambang Gerakan Pramuka Dimodifikasi?

            Salah satu hal yang kelihatannya sepele, namun sempat dipermasalahkan beberapa eks-Pandu ketika Gerakan Pramuka berdiri adalah lambang Gerakan Pramuka “Tunas Kelapa”, yang sama sekali tak ada ciri lambang kepanduan sedunia (World Scout), “fleur-de-lis” (atau “fleur-de-lys”). Memang, ada juga organisasi kepramukaan/kepanduan di negara lain yang lambangnya juga tak ada ciri lambang World Scout, tapi jumlahnya sedikit sekali dalam hitungan jari tangan. Itu pun bukan organisasi yang jumlah anggotanya besar dan tak sering “tampil” dalam aktivitas kepramukaan/kepanduan internasional. Berbeda dengan Gerakan Pramuka yang kini tercatat resmi ada 17 juta anggota di World Organization of the Scout Movement, organisasi kepanduan sedunia. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan kepramukaan/kepanduan terbesar di dunia dari jumlah total sekitar 30 juta anggota tercatat di WOSM.

       Di luar hal itu, dalam sejumlah kegiatan kepramukaan/kepanduan internasional pun, seringkali lambang Gerakan Pramuka berupa tunas kelapa dipertanyakan, apakah itu memang benar lambang organisasi pendidikan kepramukaan/kepanduan? Pasalnya, selain berbeda dan tak ada ciri “fleur-de-lis”, juga tak ada tulisan “scout” atau istilah kepramukaan/kepanduan dalam bahasa asing yang dikenal umum.Kini, sejalan dengan disahkannya UU Gerakan Pramuka, mulai kembali diwacanakan pergantian seragam pramuka dan modifikasi tanda-tanda yang dipakai, termasuk lambang Gerakan Pramuka. 

    Mereka yang setuju dengan perubahan lambang Gerakan Pramuka terbagi atas dua kelompok. Pertama, mengganti dengan lambang yang benar-benar baru. Tapi, sepanjang catatan pribadi, yang mengusulkan perubahan total seperti ini sedikit jumlahnya. Kedua, yang lebih banyak adalah memodifikasi lambang Tunas Kelapa dengan menyatukan atau menggabungkan dengan lambang “fleur-de-lis”. Ada yang mengusulkan supaya lambang Tunas Kelapa dimasukkan di tengah lambang World Scout, ada yang mengusulkan digandengkan kiri dan kanan, dan ada juga yang mengusulkan justru lambang World Scout dimasukkan ke dalam lambang Tunas Kelapa.Di luar itu, ada juga yang kurang sepakat lambang Tunas Kelapa diubah, dan tetap mempertahankan lambang Gerakan Pramuka yang sudah dikenal selama ini. Buat apa mengubah seragam dan lambang, buang-buang biaya saja, komentar mereka.

Lalu, bagaimana komentar kakak?

Pramuka Inggris Luncurkan Kampanye Tarik Minat Muslim

LONDON (Berita SuaraMedia) – Scout Association (Perkumpulan Pramuka) meluncurkan kampanye bersama Mosaic, sebuah badan amal yang didirikan oleh Pangeran Wales, untuk mendorong lebih banyak anggota komunitas Muslim menjadi relawan Pramuka.
Kampanye itu bertujuan membuka lebih banyak peluang bagi para pemimpin muda komunitas untuk mengalami petualangan kepramukaan dan membantu mengatasi kebutuhan mendesak akan relawan dewasa untuk memenuhi daftar anggota kepramukaan sebanyak 33,500 orang. Lebih dari 200 anggota komunitas Muslim akan menghadiri acara peluncuran di London.
Mosaic meyakini bahwa cara terbaik untuk mempromosikan tingkat keterlibatan masyarakat yang lebih tinggi adalah dengan mendorong orang-orang menjadi relawan Pramuka. Seperti kepramukaan, Mosaic bertujuan memberikan kesempatan dan teladan yang positif bagi generasi muda.
Ini adalah pertama kalinya Scout Association bermitra dengan sebuah badan amal yang diperjuangkan oleh komunitas Muslim di wilayah London dalam cara yang sedemikian. Memiliki kemampuan untuk mengakses jejaring Mosaic yang mencakup London, Inggris Tenggara, Inggris Barat Laut, Yorkshire, dan Midlands terutama sangat menyenangkan. Gerakan itu menerima permintaan rutin dari kelompok-kelompok agama untuk Kelompok Pramuka baru – menyoroti diperlukannya pemimpin dan perbedaan yang dapat diciptakan oleh gerakan ini terhadap komunitas. Saat ini terdapat 29 Kelompok Pramuka di Inggris yang memiliki keanggotaan mayoritas Muslim.

Menpora Minta Pramuka Tak Dibawa ke Ranah Politik

 


Boediono (kanan) dan Andi Mallarangeng. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO Interaktif, Semarang - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meminta agar Gerakan Pramuka tidak dibawa ke ranah politik, atau untuk tarik menarik kepentingan politik tertentu. "Gerakan Pramuka adalah gerakan non politis, sehingga harus bebas dari kepentingan politik," kata Andi dalam sambutan acara Sosialisasi Nasional Undang-undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, di Universitas Negeri Semarang, Sabtu, 26 Maret 2011.

Karena itu, Andi mengajak kelompok-kelompok partai politik tertentu yang sudah memiliki gerakan kepanduan untuk bersatu dalam Gerakan Pramuka. "Pandu-pandu di kepartaian kami tunggu untuk kembali," kata Andi. Fungsionaris Partai Demokrat ini juga berharap agar Gerakan Pramuka melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.

Sebelumnya, di tempat dan acara yang sama, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga meminta agar Gerakan Pramuka tidak dipolitisasi. "Kalau sudah dipolitisasi maka ini sangat berbahaya. Camkan itu," kata Bibit Waluyo yang disambut tepuk tangan hadirin. Bibit sampai mengulangi pernyataannya itu dua kalit.

Bibit meminta agar Gerakan Pramuka harus tetap menjaga keutuhannya dan jangan terpecah belah. Di dada masing-masing anggota Pramuka, kata dia, harus ada merah putih. Gerakan  kepemudaan ini juga harus bisa menjawab berbagai persoalan bangsa, terutama yang ada di kalangan generasi muda seperti tawuran atau peredaran obat-obat terlarang.

Di akhir sambutannya, sang gubernur pun berharap, para calon pemimpin-pemimpin bangsa di masa datang bisa lahir dari Gerakan Pramuka.

Acungan Jempol Boediono untuk Pramuka

Wapres Boediono (tengah). ANTARA/Ampelsa

TEMPO Interaktif, Pidie - Mendung menggayut dan angin dingin berhembus saat rombongan Wakil Presiden Boediono tiba di Bumi Perkemahan Seulawah, Kabupaten Pidie, Senin 6 Desember 2010. Di lokasi yang terletak sekitar 80 kilometer di timur Banda Aceh itu, mereka duduk di bangunan beratap di pinggir lapang, siap menghadiri penutupan Perkemahan Wirakarya Nasional VII.

Lebih dari tiga ribu pramuka berbaris rapi di tengah lapangan yang becek sisa hujan semalam, dengan petak-petak rumput yang belum menyatu. Kompleks perkemahan seluas 120 hektar itu memang baru dibangun tahun ini demi perhelatan nasional lima tahunan yang dimulai tanggal 29 November 2010 lalu.

Pidie adalah tempat pertama yang didatangi Boediono dalam kunjungannya ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kali ini. Boediono datang ke tempat ini untuk menutup Perkemahan Wirakarya Nasional VII yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya. Acara tersebut diikuti hampir sepuluh ribu Pramuka Penegak dan Pandega dari 30 provinsi.

Saat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar membacakan sambutannya, gerimis turun disusul hujan deras. "Saya singkat saja karena hujan, kasihan adik-adik kita," ujarnya menutup laporan. Wakil Gubernur Naggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar butuh waktu lebih lama, sekitar lima menit untuk berpidato. "Aceh adalah daratan yang aman, ramah, damai, dan kosmopolit," ucapnya. Saat ia mengatakan salam penutup, separuh pramuka yang berbaris di belakang telah mundur berteduh. Separuh sisanya memilih bertahan.

Tak hanya para Pramuka yang kehujanan, tempias hujan juga memasuki tempat para pejabat, membuat personil Pasukan Pengamanan Presiden sibuk memundurkan kursi-kursi. Mikrofon nirkabel pemimpin upacara pun mati karena hujan.

Saat tiba giliran berbicara di hadapan pramuka yang telah 12 menit dihajar hujan, Boediono pun memuji mereka. "Saya mengacungkan jempol. Apakah dengan hujan ini semangat adik-adik runtuh?" tanyanya dengan nada a la orator, hal yang jarang dilakukan pria kalem itu. "Tidaaaaak," jawab para pramuka yang telah basah kuyup di hadapannya.

Ia hanya menyampaikan dua pesan bagi peserta kemah. Pertama, saat pulang ke daerah asal, bawa serta pengalaman yang baik dalam Wirakarya. "Camkan apa makna untuk membantu berinteraksi dgn masyarakat, camkan bahwa adik-adik adalah putra Indonesia, satu bangsa," tuturnya. Boediono juga meminta partisipan menjadi motor revitalisasi gerakan pramuka di daerahnya masing-masing.

Setelah 22 menit diterpa hujan, upacara akhirnya berakhir dan peserta dibubarkan. Rupanya semangat mereka tak padam oleh guyuran air. Sebagian berlarian ke belakang panggung, berharap bisa bersalaman dan berfoto dengan Azrul.

Tidak apa-apa kehujanan? "Ya capek, dingin," kata Cut Putri, pramuka dari Simeuleue, sembari tersenyum dan menunjukkan semangatnya, merangsek ke tengah kerumunan.

Senam Pramuka

Bukan cuma tali menali, bertepuk-tepuk tangan sambil menyanyi atau menjelajah. Pramuka juga memiliki senam Pramuka sebagai bagian pelatihan olah kesegaran jasmani seorang pramuka.

Senam Pramuka yang memiliki banyak gerakan variasi khas pramuka sangat penting bagi pramuka. Selain kegunaan olah fisik, senam pramuka bisa juga digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kekompakan dan kreatifitas seorang pramuka.

Dalam senam pramuka yang dilakukan bersama-sama, tentu akan kelihatan tidak enak dipandang mata jika gerakan yang dilakukan tidaklah kompak dan seirama. Lain halnya jika gerakan demi gerakan dilakukan dengan serempak, apalagi jika ditambahi dengan kreatifitas yang menarik.

Banyak kreatifitas menarik yang bisa disertakan dalam kegiatan senam pramuka, semisal teriakan yel, penambahan aksesoris, penggunaan tongkat dan lain sebagainya.

Seyogyanya, senam pramuka dilakukan oleh satuan pramuka secara rutin. Bukan sekedar untuk dikuasai, namun juga harus di implementasikan secara kontinyu pada kehidupan harian di pangkalan. Misalnya 1 Minggu sekali, sehingga akan menambah semarak kegiatan di Pangkalan. Jadi, mari kita senam Pramuka lagi yuk...


Boediono Minta Gugus Depan Pramuka Diaktifkan Kembali  


Boediono (tengah) bersama Andi Mallarangeng (kiri) dan Azrul Azwar. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO Interaktif, Semarang - Wakil Presiden Boediono meminta gugus depan sebagai ujung tombak gerakan Pramuka di Indonesia untuk diaktifkan kembali, terutama gugus depan yang berbasis sekolah.

"Mari kita revitalisasi gerakan Pramuka. Kantor saya akan membantu penuh," kata Boediono dalam sambutan acara Sosialisasi Nasional Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Universitas Negeri Semarang, Sabtu (26/3).

Boediono mencatat ada beberapa cara untuk bisa mengaktifkan kembali gugus depan gerakan Pramuka. Di antaranya harus digalakkan lagi atau ditempatkan para pembimbing atau guru di gugus depan, harus disiapkan peralatan-peralatan yang bisa dipenuhi secara bertahap, serta penyiapan kurikulum atau bahan-bahan materi untuk pendidikan kepramukaan.

"Kurikulumnya harus di-update dengan cara menampilkan materi yang menarik tanpa meninggalkan substansi yang ada," kata Boediono.

Boediono mengaku juga sudah berkomunikasi dengan jajaran kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia untuk ikut membantu menggairahkan gerakan Pramuka. "Polri dan TNI siap jadi pendukung. Sangat welcome," kata Boediono.

Di tempat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengakui bahwa tak semua gugus depan gerakan Pramuka bisa eksis. "Dari 275 ribu gugus depan, sebagian hanya namanya saja. Paling hanya pakai seragam Pramuka pada hari Sabtu saja," kata Andi.

Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi, kata Andi, karena ada sebagian anak muda yang menganggap bahwa Pramuka telah kuno. Padahal, zaman saat ini sudah berubah. Daripada melakukan kegiatan-kegiatan yang banyak negatifnya, seperti narkoba atau geng motor, maka lebih baik gerakan Pramuka direvitalisasi agar pemuda tertarik.

Tak hanya soal materi kepramukaan, Andi juga menyinggung agar pakaian Pramuka dibuat bisa lebih seksi. "Apalagi, target anggota Pramuka adalah para remaja," kata Andi.

Andi yakin jika ada revitalisasi Gerakan Pramuka maka gerakan ini akan semakin tetap eksis dan membesar. Apalagi, kata dia, dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa satuan-satuan komunitas diperbolehkan membuat gerakan Pramuka.


Gagalnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Pramuka Sumatera Utara disoroti DPRD Sumut. Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Hardi Mulyono, menyatakan prihatin dengan deadlocknya acara Musda tersebut. Itu membuktikan para kader pramuka tidak mau disusupi pejabat dan partai politik.

Hardi Mulyono, menanggapi deadlocknya Musda Pramuka Sumut yang berlangsung 15-16 Maret lalu.

Disebutkan Hardi Mulyono tadi malam, para kader pramuka masih tetap mempertahankan independensi Pramuka. Mereka tidak mau disusupi para pejabat dan partai politik yang ingin menguasai organisasi generasi muda tersebut.

FPG, kata Hardi, merasa prihatin dengan peristiwa ini. Katanya, dalam sejarahnya baru kali ini Musda Pramuka bisa deadlock. Itu terjadi karena kentalnya interfensi dari oknum pejabat dan Parpol menyusupi arena Musda. ‘’Itu yang tidak diterima oleh peserta Musda,’’ katanya.

Seperti diketahui, ada sejumlah nama yang ikut dalam bursa pencalonan Ketua Kwarda Pramuka Sumut. Diantaranya Wagubsu Gatot Pujonugroho, Rajiman Tarigan, Bahdin Nur Tanjung, dan M Safi’i.

Berkaitan dengan itu, Hardi mengigatkan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho, agar tidak mencalonkan diri jadi Ketua Kwarda Pramuka Sumut. Alasan utamanya, sangat tidak etis. Wagubsu secara otomatis telah duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Kwarda Pramuka.

Dengan peristiwa ini, Hardi Mulyono, berharap Wagubsu tidak terlalu ngotot mencalonkan diri menjadi Ketua Kwarda Pramuka Sumut, karena sebentar lagi akan menjadi Gubsu yang tentunya manyita waktu dan tugas berat. ‘’Kita berharap Wagubsu tetap konsentrasi menjalankan roda pemerintahan di Pemprovsu. Jangan dulu memikirkan yang macam-macam,’’ tegasnya (waspada.co.id)

MedanBisnis – Binjai. Wakil Walikota Binjai Timbas Tarigan Amd selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Binjai mengatakan, kegiatan kepramukaan sangat positif bagi para generasi muda dan pelajar. Sehingga kegiatan kepramukaan tersebut perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masing-masing sekolah.
"Untuk itu diminta kepada setiap sekoah untuk membina para siswa dalam kegiatan kepramukaan," kata Timbas Tarigan saat membuka acara Lomba Keterampilan Kepramukaan dan Kwartir Ranting Gerakan Kepramukaan Kecamatan Binjai Kota, Kamis (6/1).

Menurut Timbas Tarigan, pembinaan kepramukaan akan secara langsung mendidik siswa atau pelajar kepada disiplin ilmu dan kebersamaan dalam menyelesaikan permasalahan. "Sekarang ini amat perlu ditumbuh-kembangkan semangat kebersamaan yang mulai luntur d itengah-tengah masyarakat kita," ujar politisi PKS ini.

Kepada para peserta lomba keterampilan Kepramukaan, Timbas meminta agar terus berjuang dalam kebersamaan dan mempatuhi aturan dan peraturan yang ada. Bila hal itu dijalankan, katanya, niscaya keberhasilan akan diraih dengan prestasi terbaik.

Ketua Pantia Lomba Keterampilan Kepramukaan Drs Riza Armaya Putra didampingi Ka Kwaran dan Gerekan Pramuka Binjai Kota Emi Sutrisnawati SPd yang juga KUPT Binjai Kota mengatakan, materi lomba meliputi Tingkat Siaga yakni Lomba Mewarnai, Bongkar Pasang Tenda dan Lomba Tata Upacara. Sedangkan Tingkat Penggalang yakni Lomba Tata Upacara, Pionering dan LKBB.

Untuk tingkat Penegak yakni Lomba Tata Upacara, LKBB, Paduan Suara dan Senam Pramuka.
Juara pada lomba keterampilan pramuka tahun 2010 yakni juara umum tingkat Siaga diraih SDN 020267, tingkat Penggalang diraih SMPN 1 Binjai dan tingkat Penegak diraih SMKN 1 Binjai. (meila)

Sambutan Pembina

Sambutan Pembina Gugusdepan 18.805 - 18.806 dalam
MUSRAC VIII
DR. ISMAIL BANDA - CUT NYAK DIEN

Dalam sambutan pembukaan MUSRAC VIII tahun 2011 dibuka oleh Pembina Satuan Putra yaitu kak Hidayat, M.Ed. Dalam sambutan beliau yang dapat kami ringkas :
Pada hakikatnya musyawarah adalah pencerminan dari azas demokrasi yang dijunjung oleh bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam sila keempat Pancasila. Dalam menentukan segala hal, mengunakan musyawarah berazaskan demokrasi, sehingga tidak ada satupun kehendak yang dipaksakan melainkan berdasarkan keputusan bersama.
        Sebagai upaya untuk mencapai tujuan bersama organisasi itu, senantiasa bertitik tolak pada peraturan-peraturan (hasil keputusan musyawarah) yang telah ditanamkan dalam organisasi dan dijiwai oleh seluruh anggotanya. Keputusan keputusan yang diambil dalam musyawarah tentunya merupakan kebijaksanaan organisasi yang harus ditaati oleh anggotanya.        
Dalam sambutan ini juga pembina mengharapkan pada Dewan Racana yang terpilih untuk   mengadakan gebrakan kegiatan - kegiatan yang lebih bermanfaat dan berguna untuk perkembangan racana ini sendiri. dalam contohnya pembina mengharapkan adanya komunikasi Pramuka Perti yang ada di lingkungan SUMUT, pertemuan Penegak Pandega Kwarcab Medan, mempelopori kegiatan GITAPRAGATI SUMUT yan telah lama tidak kelihatan wajahnya.
         Dengan menutup kata sambutannya, beliau memesankan agar MUSRAC ini diselenggarakan dengan seksama, berkeadilan dan menampung aspirasi anggota racananya.

Logo, Maskot dan Lagu tema

Hari Ulang Tahun Pramuka ke 50 tahun 2011 


Dapat dibilang tahun 2011 adalah tahun yang istimewa untuk anggota Pramuka, karena tepat pada tahun ini adalah Peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang ke-50. Peringatan setengah abad ini sudah sepantasnya kita rayakan secara meriah dan merata di seluruh Indonesia. Seperti yang dituliskan oleh situs Pramukanet, Untuk memperingati HUT Pramuka kali ini, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah jauh-jauh hari mempersiapkannya, termasuk adalah mempersiapkan Logo, Maskot dan Lagu tema sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor : 019 Tahun 2011. Logo, Maskot dan Lagu Tema tersebut adalah :
Logo 50 Tahun Gerakan Pramuka
Adapun penjelasan makna logo adalah sebagai berikut :
50 Tahun Gerakan Pramuka dalam usia 100 Tahun Kepanduan di Indonesia menjadi momentum memperkuat Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi Kepramukaan yang menjadi wadah pembinaan kaum muda menuju kejayaan Indonesia dalam semangat dan jiwa persatuan dan kesatuan.
Warna :
  1. Merah lambang keberanian
  2. Putih lambang kesucian
  3. Ungu/wulung lambang kematangan dan kecintaan
  4. Kuning lambang kejayaan
  5. Hitam lambang kekuatan dan keabadian.
Maskot 50 Tahun Gerakan Pramuka
Adapun penjelasan makna maskot adalah sebagai berikut :
Nama maskot adalah si Jambul, si Jambul diambil dari karakter atau ciri khas satwa yang dijadikan maskot, yaitu elang jawa yang memiliki jambul di atas kepalanya.
3 helai bulu di atas kepalanya melambangkan Trisatya
10 helai bulu pada sayap melambangkan Dasa Dharma
5 helai bulu pada ekor melambangkan Pancasila
Warna :
Warna pada maskot mengambil warna-warna dominasi cokelat yang sudah menjadi identitas warna Gerakan Pramuka.
Lagu tema 50 tahun Gerakan Pramuka

Revitalisasi akan ganti atribut

Revitalisasi diperlukan agar generasi muda tetap tertarik 
dengan Gerakan Pramuka

 
ImageVIVAnews - Pemerintah tampak serius dalam upaya merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka). Tidak hanya melakukan pembaharuan di materi, Pramuka pun direncanakan mengganti atribut organisasi, termasuk rencana mengganti seragam.
Hal ini diungkapkan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar usai menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Rabu, 4 Agustus 2010.
"Sedang kami susun tim. Mudah-mudahanan kita punya atribut yang cocok dengan generasi saat ini, situasi dan kondisi saat ini," kata Azrul.
Selama ini, Pramuka juga identik dengan seragam coklat. Apabila ada penggantian seragam, seperti apakah warna seragam Pramuka mendatang?
"Tim itu yang akan kami minta, apakah model bajunya seperti begini? Apakah warnanya akan diubah atau dipertahankan seperti ini? Apakah terus pake peci atau tidak, kami serahkan kepada mereka," kata Azrul.
Selanjutnya, Azrul menjelaskan, tim tersebut akan melakukan studi banding mengenai penggantian seragam dan atribut Pramuka. "Bukan studi ke luar negeri. Tapi melihat contoh-contoh dari 150 negara yang tergabung dalam World Organization of Scout Movement," kata Azrul.
Selain itu, Azrul menjanjikan revitalisasi Pramuka akan melakukan pembaharuan metode pendidikan. Misalnya dengan penggunaan internet dalam Jambore Pramuka, juga kegiatan terbang layang dan aero modelling dalam aktifitasnya.
Dengan demikian, Azrul berharap generasi muda akan tertarik dengan Gerakan Pramuka. (adi)

Pelatih Pramuka

Pelatih Pramuka Harus Distandarisasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya pembaruan sistem kepramukaan di Indonesia sekarang ini. Yaitu, sistem kepramukaan yang harus menarik dan menyenangkan. Akan tetapi, juga harus menantang dalam arti sehat, terarah dan teratur. Sebab, sasarannya adalah pembentukan watak dan budi pekerti luhur.  
Sistem kepramukaan juga harus meningkatkan standar kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh gugus depan.
"Oleh sebab itu, saya berharap aspek ketenagaan, yaitu para pembina, instruktur dan pelatih dapat distandarisasi melalui sertifikasi, registrasi dan lisensi," ungkap Presiden Yudhoyono, saat memberi sambutan di acara ulang tahun ke-49 Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Lapangan Gajahmada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Sabtu (14/8) sore tadi.
Dalam acara itu, hadir Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan sejumlah menteri lainnya, Gubernur DKI Fazui Bowo dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Asrul Aswar.
Menurut Presiden, upaya standarisasi pembina, instruktur dan pelatih Pramuka, semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peran penting gerakan Pramuka dalam membina tunas-tunas harapan bangsa.  
Gerakan Pramuka sesungguhnya memiliki perana penting, dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Peran itu antara lain, selain mencetak generasi muda sebagai generasi pembangunan, juga menjadi salah satu instrumen penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis, tambah Presiden.
Dikatakan Kepala Negara, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Pramuka itu, Pramuka juga harus menjadi ajang berkarya bagi generasi muda yang kreatif, berkepribadian, tangguh dan berbudi luhur serta berdisiplin. Pramuka menjadi sarana pembelajaran bagi persaudaraan, pertemanan, dan kerukunan bagi sesama warga bangsa.
Untuk mencapai hal itu, para pimpin gerakan Pramuka di semua lapisan, patut mendengarkan kritik masyara at agar geraskan Pramukan dapat bisa lebih maju lagi. "Lakukan inovasi dan pembaruan, agar metodologi dan kegiatan kepramukaan semakin tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman," lanjut Presiden.
Sejak didirikan 14 Agustus 1961, kata Presiden gerakan pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi wadah tempat mendidik, membina dan mengembangkan karakter dan jati diri bangsa kita yang unggul dan mulia.

Presiden Minta Pemda Alokasikan Dana Untuk Pramuka

Presiden Minta Pemda Alokasikan Dana Untuk Pramuka

Image 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan dukungan sumber daya dan alokasi dana bagi Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di daerah masing-masing. "Kepada seluruh gubernur, walikota, bupati untuk memberikan perhatian, komitmen, dan dukungan sumber daya dan alokasi dana bagi Gerakan Pramuka di daerah masing-masing," kata Presiden saat membuka Perkemahan Wirakarya Nasional 2010 yang dipusatkan di kawasan Seulawah, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (30/11).


Menurut Presiden, dukungan tersebut diperlukan dalam proses revitalisasi Pramuka sebagai sarana pendidikan berkualitas dan sesuai dengan perkembangan jaman. "Gerakan Pramuka mempunyai keunggulan dalam pembinaan generasi muda," katanya merujuk kemampuan Pramuka menciptakan generasi muda mandiri, jujur, mampu bersaing dan berakhlak mulia.

Kepala Negara juga meminta, agar Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka segera menyesuaikan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka dengan Undang Undang Gerakan Pramuka. Presiden juga menyampaikan pesan tentang perlunya menjaga kesetiakawanan nasional dan cinta lingkungan. 

Acara pembukaan Perkemahan Wirakarya itu ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Aceh, rapai. Perkemahan yang berlangsung 30 November hingga 6 Desember itu bertema "Bersatu Membangun Bangsa yang Bermartabat".

METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGAK/PANDEGA

METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGA/PANDEGA

Secara jujur kita aakui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak, kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak. Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 – 20 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap diminati peserta didik.

Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri kepramukaan “ Baden Powell “untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi, lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri ( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan “ porsi kegiatan kepramukaan “ yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.

Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar dan bakti.

Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri dengan suka dan rela untuk bertugas :
1. membina diri sendiri dan sesama Pramuka
2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.

Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan Pramuka.

Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.

Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.

Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda. Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas, bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku. Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas akan semakin luas.

Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan materi tersebut.

Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang semestinya.

Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.

Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan tersebut.

UMN MoU MiCoST MaLAYSIA TINGKATKAN AKREDITASI PENDIDIKAN

Rektor UMN Al Washliyah, Sri Sulistyawati, mengatakan, pihaknya terus berupaya menjalin kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka dari beberapa negara termasuk juga dari Malaysia. Kami menyadari jalinan kerja sama dengan universitas-universitas maju di luar negeri sangat penting artinya bagi kemajuan UMN ke depan terutama dalam hal meningkatkan akreditasi universitas, katanya.

Manfaat lainnya yang dapat diperoleh misalnya, mahasiswa UMN mendapatkan kesempatan beasiswa bagi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke beberapa universitas yang sudah menjalin kerja sama tersebut.
Dengan jalinan kerja sama tersebut, lanjutnya, UMN juga akan mendapatkan berbagai informasi terbaru tentang kemajuan perguruan tinggi di beberapa negara tersebut. Kemajuan-kemajuan tersebut diharapkan dapat diterapkan UMN Al-Wasliyah. Dengan demikian lulusan UMN Al-Washliyah akan semakin baik dan tidak kalah bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, katanya.

Direktur MiCoST, Prof Datuk Razali Agus, mengatakan, jurusan Farmasi UMN Al Washliyah diharapkan dapat menerima mahasiswa asal Malaysia. Hal itu dapat segera terealisasi jika UMN Al Washliyah mendapatkan akreditasi dari Pemerintah Malaysia.

Menurut dia, akreditasi tersebut sangat dibutuhkan karena Malaysia hanya menerima tenaga kerja yang menamatkan pendidikan di universitas yang telah diakui negara. Saat ini, lanjutnya, baru empat universitas di Indonesia yang diakui Malaysia menerima mahasiswa farmasi yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Institur teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga dan Universitas Sriwijaya. Mudah-mudahan UMN Al Washliyah akan menjadi universitas kelima yang mendapatkan kesempatan baik itu, katanya.

Ia mengatakan, bidang farmasi di Malaysia menjadi salah satu jurusan paling favorit setelah kedokteran dan kedokteran gigi yang ditandai dengan tingginya minat pendaftar di jurusan tersebut. Oleh karena itu diharapkan UMN Al Wasliyah dapat memanfaatkan kesempatan itu, sehingga jalinan kerja sama dapat lebih meluas dan saling menguntungkan, katanya.

Universitas Muslim Nusantara (UMN): A World Class University

MEDAN - Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah akan dikembangkan menjadi universitas bertaraf internasional (World Class University).

“Meski sebuah impian tetapi cita-cita itu dapat terwujud, jika didukung semua pihak termasuk Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Rektor UMN Al Washliyah Dr Hj Sri Sulistyawati, SH., M.Si di ruang kerjanya, Kamis (31/7).

Sementara itu, Rektor UMN Al Washliyah baru mengunjungi 4th QS APPLE (Asia Pasific Profesional Leader in Education Conference) di Universitas Yonsei, Seoul, Korea Selatan, dihadiri perwakilan perguruan tinggi dari 54 negara di Asia.

Sulistyawati mengatakan, dia satu-satunya rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Sumatera bersama beberapa rektor PTN dan PTS di Pulau Jawa yang diminta oleh Dirjen Dikti untuk mengikuti pertemuan 4th QS APPLE di Universitas Yonsei untuk membahas tentang peningkatan dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi di tanah air.

Pramuka Sangat Penting Di Madinah

MADINAH  -- Jangan remehkan Pramuka. Di Arab Saudi, Pramuka pun punya banyak peran, apalagi di musim haji seperti sekarang ini. Pemerintah Arab Saudi telah mengerahkan Pramuka (Kassyafah) untuk menjaga setiap sudut kawasan Markaziyah atau kompleks Masjid Nabawi, Madinah.

Mereka berjaga-jaga bersama ribuan personel keamanan yang terdiri atas polisi (syurtoh), askar (pamong praja). Para petugas keamanan ini, tersebar di jalan-jalan sekitar masjid, pintu gerbang masjid, halaman masjid dan di dalam masjid.

Bila musim haji tahun sebelumnya, jalan-jalan di luar Markaziyah kira-kira sejauh 500 meter dari Masjid Nabawi sepi dari petugas pengamanan, kini sejumlah pamong praja ataupun Pramuka selalu bersiaga di tiap perempatan jalan. Jumlah mereka menjadi berkali-kali lipat ketika menjelang dan sesudah pelaksanaan salat wajib.

Makin mendekati masjid jumlah petugas pengamanan makin banyak. Tepat di depan gerbang Masjid Nabawi, beberapa jenis mobil polisi terparkir lengkap dengan belasan personelnya. Para petugas ini bertugas mengatur lalu lintas dan membantu para calhaj menyeberang jalan.

Para pramuka yag berjaga itu umumnya berasal dari sekitar kota Madinah saja. Mereka dikoordinir dari sekolah-sekolah Mutawassitoh dan Tsanawiyah (Tsanawiyah dan Aliyah) di seluruh kota Madinah. Rata-rata anak-anak sekolahan ini memiliki kemampuan berbahasa dan tatakrama yang lebih baik daripada para tenaga pamong praja, bahkan daripada para polisi Madinah sendiri.

Anak-anak pramuka ini, biasanya tampak berseri-seri membantu jamaah. Mereka bahkan tidak enggan mengantarkan para jamaah yang tersesat hingga ke pos-pos negara setempat.

Selama bertugas membantu jamaah haji ini, para pramuka mendapatkan insentif dari pemerintah sebanyak 2.500 riyal atau kira-kira Rp 6.250.000 untuk masa tugas musim haji.

Musim haji kali ini penjagaan memang ketat. Di pintu masuk masjid, jumlah penjaga dari Hai`ah Amar Ma`ruf Nahi Munkar (seksi urusan amar ma`ruf nahi mungkar) tampak bertambah banyak. Mereka bahkan menjadi lebih galak dibanding biasanya. Tas-tas jamaah digeledah dan bila ditemukan kamera atau atau barang terlarang, maka jamaah dilarang masuk masjid.

Banyak tenaga keamanan ini didayangkan dari kota-kota sekitar Madinah seperti Tabuk dan Thaif. Bahkan di antara mereka juga terdapat pamong praja musiman yang hanya bertugas di Masjid Nabawi saat musim haji saja."Saya sejak dua hari lalu di sini. Kami akan bertugas selama 3 minggu mengamankan para jamaah haji," kata Umar bin Mas`ud, salah seorang pamong praja yang diperbantukan dari Tabuk. Mas`ud mengaku diperbantukan musim ini dari Tabuk bersama 150 anggota Pamong Praja musiman lainnya.(sumber berita:http://www.tempointeraktif.com)

Peserta Didik


Anggota Biasa:
Anggota biasa terdiri atas anggota muda, anggota dewasa muda dan angghota dewasa.
Anggota Muda terdir atas :
  • Siaga
Yaitu Anggota Gerakan Pramuka yang berusia 7 sampai dengan 10 tahun. Biasa disingkat dengan huruf S atau dilambangkan denagn kode warna Hijau. Siaga umumnya adalah kelas 2 sampai dengan kelas5 Sekolah Dasar.
  • Penggalang
Yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 11 sampai dengan 15 tahun. Biasa disingkat dengan huruf G atau dilambangkan dengan kode warna Merah. Penggalang umumnya adalah siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar atau siswa Sekolah Menengah Pertama.
  • Penegak
Yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Biasa disingkat dengan huruf T atau dilambangkan dengan kode warna Kuning. Penegak umumnya adalah siswa Sekolah Menengan Atas.
Anggota Dewasa Muda
Anggota deqwasa muda adalah Pramuka Pandega yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia 21 sampai dengan 25 Tahun dan belum menikah. Pandega merupakan anggota Racana (Gerakan Pramuka yang diselenggarakan di tingkat Perguruan Tinggi).
Anggota Dewasa
Anggota Dewasa terdiri atas:
  • Pembina Pramuka.
  • Pelatih Pembina Pramuka.
  • Pembina Profesional.
  • Pamong Saka dan Instruktur Saka.
  • Pimpinan Saka.
  • Andalan.
  • Anggota Majelis Pembimbing.
Anggota Kehormatan
  • Orang yang berjasa pada Pramuka.
  • Simopatisan Gerakan Pramuka.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grocery Coupons