Logo Pandu Negara Anggota WOSM

Prinsip  Dasar  dan  Metode  Kepramukaan  yang  diterapkan  oleh  penemu Kepramukaan,  Lord  Baden  Powell,  Kepramukaan  itu  terbuka  untuk siapapun  dengan  tidak memandang suku, agama, ras dan golongan.
Prinsip dasar kepramukaan yang dikembangkan oleh Baden Powell, Bapak Pandu Dunia, bahwa kepramukaan adalah Pendidikaan Sepanjang Hayat, Kegiatan Kaum Muda, Rekreasi yang Edukatif, Terbuka Bagi Siapapun, Tantangan Bagi Orang Dewasa, Kesukarelaan, dan Non Politik dan Non Pemerintah.
Dengan sifat yang universalnya, kepramukaan tumbuh dan berkembang di hampir setiap negara di dunia. Pramuka adalah satu tujuan yakni pendidikan watak: peduli diri sendiri, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
WOSM (The  World  Organization  of  Scout  Movement)  atau organisasi kepanduan dunia yang di Indonesia bernama Gerakan  Pramuka  adalah  lembaga  yang menyelenggarakan  pendidikan  kepramukaan  bagi  kaum muda.
Memahami logo pandu berbagai negara akan mendapatkan gambaran karakter bangsa yang berbeda namun bernuansa keindahan dalam bingkai satu kesatuan: Pandu untuk hidup dan kehidupan.


Berikut logo pandu negara-negara dunia.

WOSM
 
1. Franc Moslem 2. Gambia
 
3. Georgia 4. New Zealand
 
5. Australia 6. Argentina 
 
7. Australia 8. Austria
 
9. Banglades 10. Belgia 
11. Belize 12. Brazil 
 
13. Brunei Darussalam 14. Bulgaria
 
15. Cameroon 16. Canada
 
17. Chad 18. Chile
 
19. China 20. Columbia
 
21. Costa Rica 22. Croatia
 
23. Cyprus 24. Czceh
 
25. Denmark 26. Denmark DDS
 
27. Denmark Greenland 28. Ecuador
 
29. Kuwait 30. lebanon
 
31. Libya 32. Madagaskar
 
33. Madagaskar Kim 34. Malaysia
 
35. Moldova 36. Monaco
 
37. Mongolia 38. Marocco
 
39. Namibia 40. Netherland
 
40. Nigeria 41. Norway
 
42. Oman 43. Pakistan
 
44. Palestine 45. Papua
 
46. Philippines 47. Portugal Cne
 
48. Portugal EDP 49. Qatar
 
50. Russia 51. Srilanka
 
52. Sudan 53. Suriname
 
54. Sweden Swenzka 55. Switzerland
 
56. Tarjik 57. Uni Emirat Arabia
 
58. Uganda 59. U K
 
60. Uruguay 61. U S A
 
62. Venesuela 63. Yaman
64. Yugoslavia

MENCARI AIR

air
Bagi seorang pengembara, seperti Pramuka yang sedang melakukan kegiatan pengembaraan, jika persediaan air yang dibawa mulai menipis atau bahkan habis, maka ia harus menjaga agar tubuh tidak mengeluarkan cairan yang berlebihan.
Caranya adalah sbb :
1)       Bernafas melalui hidung secara teratur.
2)       Mengurangi berbicara.
3)       Mengurangi gerak yang berlebihan
4)       Banyak istirahat
5)       Tidak merokok dan minum minuman berakohol
6)       Berteduh di tempat yang rindang
7)       Tidak makan makanan kering ataupun berlendir
Air yang langsung dapat diminum :
1)       Tampungan air hujan.
2)       Air dari dalam tanaman.
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1)       Air yang tergenang
2)       Air dari sungai
3)       Air dari menggali tanah atau pasir
Beberapa cara untuk mendapatkan air :
1.        Dari tanaman atau pohon seperti pisang, rotan, bambu muda, kantung semar, enau, nipah, umbi-umbian, akar-akaran, pakis, kaktus, kelapa.
2.        Mengumpulkan embun pagi dengan menggunakan saputangan bersih.
Caranya, resapkan pada tumbuhan yang berembun lalu peras ke dalam tempat minum.
3.        Tanah batu
      Tanah kapur lebih banyak mata airnya, sebab kapur mudah dilarutkan sehingga terbentuk saluran air.
      Sepanjang dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
      Pada daerah berbatu granit. Carilah bukit berumput hijau, kemudian galilah.
4.        Tanah gembur, di tanah gembur air mudah di dapat. Carilah daerah lembah, karena permukaan air dekat dengan permukaan tanah.
5.        Kondensasi Tanah-Pohon atau Penyulingan Air.
Kondensasi yaitu dengan adanya perbedaan suhu antara tanah dengan pohon, kita dapat memperoleh air murni yang merupakan hasil proses kondensasi, diperlukan alat yang sangat sederhana, yaitu plastic dan tali pengikat.

Cara Penyulingan :
1.    Carilah pohon yang sehat dan bersih, lalu carilah dahan ranting yang mudah dicapai dan masukkan plastic (jangan bocor) kemudian ikat dengan tali atau benda apa saj. Keadaan tersebut akan menyebabkan terjadinya proses penguapan air minum.
2.    Carilah pohon yang bersih dan timbuhnya di atas tanah yang tidak berbau. Galilah tanah sehingga membentuk cekungan, tapi jangan terlalu dalam dari tempat pohon tumbuh. Masukkan plastic dan atur sedemikian rupa agar air terapung dengan baik. Lalu ikat ujungnya (hingga menutupi seluruh tanaman) dan gantung pada batang kayu yang disangga dengan baik. Cara ini akan menyebabkan terjadinya penguapan yang menghasilkan air.

Menaksir Lebar

Menaksir Lebar

Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :
1.Melempar Tali
Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk      melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.

2.Cara Segitiga
Cara ini digambarkan sebagai berikut :

Rumus :
Jika  A = B maka
C = D 

dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang Datau cara segitiga berikut :




Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd

Perlukah Lambang Gerakan Pramuka Dimodifikasi?

            Salah satu hal yang kelihatannya sepele, namun sempat dipermasalahkan beberapa eks-Pandu ketika Gerakan Pramuka berdiri adalah lambang Gerakan Pramuka “Tunas Kelapa”, yang sama sekali tak ada ciri lambang kepanduan sedunia (World Scout), “fleur-de-lis” (atau “fleur-de-lys”). Memang, ada juga organisasi kepramukaan/kepanduan di negara lain yang lambangnya juga tak ada ciri lambang World Scout, tapi jumlahnya sedikit sekali dalam hitungan jari tangan. Itu pun bukan organisasi yang jumlah anggotanya besar dan tak sering “tampil” dalam aktivitas kepramukaan/kepanduan internasional. Berbeda dengan Gerakan Pramuka yang kini tercatat resmi ada 17 juta anggota di World Organization of the Scout Movement, organisasi kepanduan sedunia. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan kepramukaan/kepanduan terbesar di dunia dari jumlah total sekitar 30 juta anggota tercatat di WOSM.

       Di luar hal itu, dalam sejumlah kegiatan kepramukaan/kepanduan internasional pun, seringkali lambang Gerakan Pramuka berupa tunas kelapa dipertanyakan, apakah itu memang benar lambang organisasi pendidikan kepramukaan/kepanduan? Pasalnya, selain berbeda dan tak ada ciri “fleur-de-lis”, juga tak ada tulisan “scout” atau istilah kepramukaan/kepanduan dalam bahasa asing yang dikenal umum.Kini, sejalan dengan disahkannya UU Gerakan Pramuka, mulai kembali diwacanakan pergantian seragam pramuka dan modifikasi tanda-tanda yang dipakai, termasuk lambang Gerakan Pramuka. 

    Mereka yang setuju dengan perubahan lambang Gerakan Pramuka terbagi atas dua kelompok. Pertama, mengganti dengan lambang yang benar-benar baru. Tapi, sepanjang catatan pribadi, yang mengusulkan perubahan total seperti ini sedikit jumlahnya. Kedua, yang lebih banyak adalah memodifikasi lambang Tunas Kelapa dengan menyatukan atau menggabungkan dengan lambang “fleur-de-lis”. Ada yang mengusulkan supaya lambang Tunas Kelapa dimasukkan di tengah lambang World Scout, ada yang mengusulkan digandengkan kiri dan kanan, dan ada juga yang mengusulkan justru lambang World Scout dimasukkan ke dalam lambang Tunas Kelapa.Di luar itu, ada juga yang kurang sepakat lambang Tunas Kelapa diubah, dan tetap mempertahankan lambang Gerakan Pramuka yang sudah dikenal selama ini. Buat apa mengubah seragam dan lambang, buang-buang biaya saja, komentar mereka.

Lalu, bagaimana komentar kakak?

Pramuka Inggris Luncurkan Kampanye Tarik Minat Muslim

LONDON (Berita SuaraMedia) – Scout Association (Perkumpulan Pramuka) meluncurkan kampanye bersama Mosaic, sebuah badan amal yang didirikan oleh Pangeran Wales, untuk mendorong lebih banyak anggota komunitas Muslim menjadi relawan Pramuka.
Kampanye itu bertujuan membuka lebih banyak peluang bagi para pemimpin muda komunitas untuk mengalami petualangan kepramukaan dan membantu mengatasi kebutuhan mendesak akan relawan dewasa untuk memenuhi daftar anggota kepramukaan sebanyak 33,500 orang. Lebih dari 200 anggota komunitas Muslim akan menghadiri acara peluncuran di London.
Mosaic meyakini bahwa cara terbaik untuk mempromosikan tingkat keterlibatan masyarakat yang lebih tinggi adalah dengan mendorong orang-orang menjadi relawan Pramuka. Seperti kepramukaan, Mosaic bertujuan memberikan kesempatan dan teladan yang positif bagi generasi muda.
Ini adalah pertama kalinya Scout Association bermitra dengan sebuah badan amal yang diperjuangkan oleh komunitas Muslim di wilayah London dalam cara yang sedemikian. Memiliki kemampuan untuk mengakses jejaring Mosaic yang mencakup London, Inggris Tenggara, Inggris Barat Laut, Yorkshire, dan Midlands terutama sangat menyenangkan. Gerakan itu menerima permintaan rutin dari kelompok-kelompok agama untuk Kelompok Pramuka baru – menyoroti diperlukannya pemimpin dan perbedaan yang dapat diciptakan oleh gerakan ini terhadap komunitas. Saat ini terdapat 29 Kelompok Pramuka di Inggris yang memiliki keanggotaan mayoritas Muslim.

Menpora Minta Pramuka Tak Dibawa ke Ranah Politik

 


Boediono (kanan) dan Andi Mallarangeng. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO Interaktif, Semarang - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meminta agar Gerakan Pramuka tidak dibawa ke ranah politik, atau untuk tarik menarik kepentingan politik tertentu. "Gerakan Pramuka adalah gerakan non politis, sehingga harus bebas dari kepentingan politik," kata Andi dalam sambutan acara Sosialisasi Nasional Undang-undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, di Universitas Negeri Semarang, Sabtu, 26 Maret 2011.

Karena itu, Andi mengajak kelompok-kelompok partai politik tertentu yang sudah memiliki gerakan kepanduan untuk bersatu dalam Gerakan Pramuka. "Pandu-pandu di kepartaian kami tunggu untuk kembali," kata Andi. Fungsionaris Partai Demokrat ini juga berharap agar Gerakan Pramuka melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.

Sebelumnya, di tempat dan acara yang sama, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga meminta agar Gerakan Pramuka tidak dipolitisasi. "Kalau sudah dipolitisasi maka ini sangat berbahaya. Camkan itu," kata Bibit Waluyo yang disambut tepuk tangan hadirin. Bibit sampai mengulangi pernyataannya itu dua kalit.

Bibit meminta agar Gerakan Pramuka harus tetap menjaga keutuhannya dan jangan terpecah belah. Di dada masing-masing anggota Pramuka, kata dia, harus ada merah putih. Gerakan  kepemudaan ini juga harus bisa menjawab berbagai persoalan bangsa, terutama yang ada di kalangan generasi muda seperti tawuran atau peredaran obat-obat terlarang.

Di akhir sambutannya, sang gubernur pun berharap, para calon pemimpin-pemimpin bangsa di masa datang bisa lahir dari Gerakan Pramuka.

Acungan Jempol Boediono untuk Pramuka

Wapres Boediono (tengah). ANTARA/Ampelsa

TEMPO Interaktif, Pidie - Mendung menggayut dan angin dingin berhembus saat rombongan Wakil Presiden Boediono tiba di Bumi Perkemahan Seulawah, Kabupaten Pidie, Senin 6 Desember 2010. Di lokasi yang terletak sekitar 80 kilometer di timur Banda Aceh itu, mereka duduk di bangunan beratap di pinggir lapang, siap menghadiri penutupan Perkemahan Wirakarya Nasional VII.

Lebih dari tiga ribu pramuka berbaris rapi di tengah lapangan yang becek sisa hujan semalam, dengan petak-petak rumput yang belum menyatu. Kompleks perkemahan seluas 120 hektar itu memang baru dibangun tahun ini demi perhelatan nasional lima tahunan yang dimulai tanggal 29 November 2010 lalu.

Pidie adalah tempat pertama yang didatangi Boediono dalam kunjungannya ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kali ini. Boediono datang ke tempat ini untuk menutup Perkemahan Wirakarya Nasional VII yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya. Acara tersebut diikuti hampir sepuluh ribu Pramuka Penegak dan Pandega dari 30 provinsi.

Saat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar membacakan sambutannya, gerimis turun disusul hujan deras. "Saya singkat saja karena hujan, kasihan adik-adik kita," ujarnya menutup laporan. Wakil Gubernur Naggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar butuh waktu lebih lama, sekitar lima menit untuk berpidato. "Aceh adalah daratan yang aman, ramah, damai, dan kosmopolit," ucapnya. Saat ia mengatakan salam penutup, separuh pramuka yang berbaris di belakang telah mundur berteduh. Separuh sisanya memilih bertahan.

Tak hanya para Pramuka yang kehujanan, tempias hujan juga memasuki tempat para pejabat, membuat personil Pasukan Pengamanan Presiden sibuk memundurkan kursi-kursi. Mikrofon nirkabel pemimpin upacara pun mati karena hujan.

Saat tiba giliran berbicara di hadapan pramuka yang telah 12 menit dihajar hujan, Boediono pun memuji mereka. "Saya mengacungkan jempol. Apakah dengan hujan ini semangat adik-adik runtuh?" tanyanya dengan nada a la orator, hal yang jarang dilakukan pria kalem itu. "Tidaaaaak," jawab para pramuka yang telah basah kuyup di hadapannya.

Ia hanya menyampaikan dua pesan bagi peserta kemah. Pertama, saat pulang ke daerah asal, bawa serta pengalaman yang baik dalam Wirakarya. "Camkan apa makna untuk membantu berinteraksi dgn masyarakat, camkan bahwa adik-adik adalah putra Indonesia, satu bangsa," tuturnya. Boediono juga meminta partisipan menjadi motor revitalisasi gerakan pramuka di daerahnya masing-masing.

Setelah 22 menit diterpa hujan, upacara akhirnya berakhir dan peserta dibubarkan. Rupanya semangat mereka tak padam oleh guyuran air. Sebagian berlarian ke belakang panggung, berharap bisa bersalaman dan berfoto dengan Azrul.

Tidak apa-apa kehujanan? "Ya capek, dingin," kata Cut Putri, pramuka dari Simeuleue, sembari tersenyum dan menunjukkan semangatnya, merangsek ke tengah kerumunan.

Senam Pramuka

Bukan cuma tali menali, bertepuk-tepuk tangan sambil menyanyi atau menjelajah. Pramuka juga memiliki senam Pramuka sebagai bagian pelatihan olah kesegaran jasmani seorang pramuka.

Senam Pramuka yang memiliki banyak gerakan variasi khas pramuka sangat penting bagi pramuka. Selain kegunaan olah fisik, senam pramuka bisa juga digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kekompakan dan kreatifitas seorang pramuka.

Dalam senam pramuka yang dilakukan bersama-sama, tentu akan kelihatan tidak enak dipandang mata jika gerakan yang dilakukan tidaklah kompak dan seirama. Lain halnya jika gerakan demi gerakan dilakukan dengan serempak, apalagi jika ditambahi dengan kreatifitas yang menarik.

Banyak kreatifitas menarik yang bisa disertakan dalam kegiatan senam pramuka, semisal teriakan yel, penambahan aksesoris, penggunaan tongkat dan lain sebagainya.

Seyogyanya, senam pramuka dilakukan oleh satuan pramuka secara rutin. Bukan sekedar untuk dikuasai, namun juga harus di implementasikan secara kontinyu pada kehidupan harian di pangkalan. Misalnya 1 Minggu sekali, sehingga akan menambah semarak kegiatan di Pangkalan. Jadi, mari kita senam Pramuka lagi yuk...


Boediono Minta Gugus Depan Pramuka Diaktifkan Kembali  


Boediono (tengah) bersama Andi Mallarangeng (kiri) dan Azrul Azwar. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO Interaktif, Semarang - Wakil Presiden Boediono meminta gugus depan sebagai ujung tombak gerakan Pramuka di Indonesia untuk diaktifkan kembali, terutama gugus depan yang berbasis sekolah.

"Mari kita revitalisasi gerakan Pramuka. Kantor saya akan membantu penuh," kata Boediono dalam sambutan acara Sosialisasi Nasional Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Universitas Negeri Semarang, Sabtu (26/3).

Boediono mencatat ada beberapa cara untuk bisa mengaktifkan kembali gugus depan gerakan Pramuka. Di antaranya harus digalakkan lagi atau ditempatkan para pembimbing atau guru di gugus depan, harus disiapkan peralatan-peralatan yang bisa dipenuhi secara bertahap, serta penyiapan kurikulum atau bahan-bahan materi untuk pendidikan kepramukaan.

"Kurikulumnya harus di-update dengan cara menampilkan materi yang menarik tanpa meninggalkan substansi yang ada," kata Boediono.

Boediono mengaku juga sudah berkomunikasi dengan jajaran kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia untuk ikut membantu menggairahkan gerakan Pramuka. "Polri dan TNI siap jadi pendukung. Sangat welcome," kata Boediono.

Di tempat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengakui bahwa tak semua gugus depan gerakan Pramuka bisa eksis. "Dari 275 ribu gugus depan, sebagian hanya namanya saja. Paling hanya pakai seragam Pramuka pada hari Sabtu saja," kata Andi.

Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi, kata Andi, karena ada sebagian anak muda yang menganggap bahwa Pramuka telah kuno. Padahal, zaman saat ini sudah berubah. Daripada melakukan kegiatan-kegiatan yang banyak negatifnya, seperti narkoba atau geng motor, maka lebih baik gerakan Pramuka direvitalisasi agar pemuda tertarik.

Tak hanya soal materi kepramukaan, Andi juga menyinggung agar pakaian Pramuka dibuat bisa lebih seksi. "Apalagi, target anggota Pramuka adalah para remaja," kata Andi.

Andi yakin jika ada revitalisasi Gerakan Pramuka maka gerakan ini akan semakin tetap eksis dan membesar. Apalagi, kata dia, dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa satuan-satuan komunitas diperbolehkan membuat gerakan Pramuka.


Gagalnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Pramuka Sumatera Utara disoroti DPRD Sumut. Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Hardi Mulyono, menyatakan prihatin dengan deadlocknya acara Musda tersebut. Itu membuktikan para kader pramuka tidak mau disusupi pejabat dan partai politik.

Hardi Mulyono, menanggapi deadlocknya Musda Pramuka Sumut yang berlangsung 15-16 Maret lalu.

Disebutkan Hardi Mulyono tadi malam, para kader pramuka masih tetap mempertahankan independensi Pramuka. Mereka tidak mau disusupi para pejabat dan partai politik yang ingin menguasai organisasi generasi muda tersebut.

FPG, kata Hardi, merasa prihatin dengan peristiwa ini. Katanya, dalam sejarahnya baru kali ini Musda Pramuka bisa deadlock. Itu terjadi karena kentalnya interfensi dari oknum pejabat dan Parpol menyusupi arena Musda. ‘’Itu yang tidak diterima oleh peserta Musda,’’ katanya.

Seperti diketahui, ada sejumlah nama yang ikut dalam bursa pencalonan Ketua Kwarda Pramuka Sumut. Diantaranya Wagubsu Gatot Pujonugroho, Rajiman Tarigan, Bahdin Nur Tanjung, dan M Safi’i.

Berkaitan dengan itu, Hardi mengigatkan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho, agar tidak mencalonkan diri jadi Ketua Kwarda Pramuka Sumut. Alasan utamanya, sangat tidak etis. Wagubsu secara otomatis telah duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Kwarda Pramuka.

Dengan peristiwa ini, Hardi Mulyono, berharap Wagubsu tidak terlalu ngotot mencalonkan diri menjadi Ketua Kwarda Pramuka Sumut, karena sebentar lagi akan menjadi Gubsu yang tentunya manyita waktu dan tugas berat. ‘’Kita berharap Wagubsu tetap konsentrasi menjalankan roda pemerintahan di Pemprovsu. Jangan dulu memikirkan yang macam-macam,’’ tegasnya (waspada.co.id)

MedanBisnis – Binjai. Wakil Walikota Binjai Timbas Tarigan Amd selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Binjai mengatakan, kegiatan kepramukaan sangat positif bagi para generasi muda dan pelajar. Sehingga kegiatan kepramukaan tersebut perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masing-masing sekolah.
"Untuk itu diminta kepada setiap sekoah untuk membina para siswa dalam kegiatan kepramukaan," kata Timbas Tarigan saat membuka acara Lomba Keterampilan Kepramukaan dan Kwartir Ranting Gerakan Kepramukaan Kecamatan Binjai Kota, Kamis (6/1).

Menurut Timbas Tarigan, pembinaan kepramukaan akan secara langsung mendidik siswa atau pelajar kepada disiplin ilmu dan kebersamaan dalam menyelesaikan permasalahan. "Sekarang ini amat perlu ditumbuh-kembangkan semangat kebersamaan yang mulai luntur d itengah-tengah masyarakat kita," ujar politisi PKS ini.

Kepada para peserta lomba keterampilan Kepramukaan, Timbas meminta agar terus berjuang dalam kebersamaan dan mempatuhi aturan dan peraturan yang ada. Bila hal itu dijalankan, katanya, niscaya keberhasilan akan diraih dengan prestasi terbaik.

Ketua Pantia Lomba Keterampilan Kepramukaan Drs Riza Armaya Putra didampingi Ka Kwaran dan Gerekan Pramuka Binjai Kota Emi Sutrisnawati SPd yang juga KUPT Binjai Kota mengatakan, materi lomba meliputi Tingkat Siaga yakni Lomba Mewarnai, Bongkar Pasang Tenda dan Lomba Tata Upacara. Sedangkan Tingkat Penggalang yakni Lomba Tata Upacara, Pionering dan LKBB.

Untuk tingkat Penegak yakni Lomba Tata Upacara, LKBB, Paduan Suara dan Senam Pramuka.
Juara pada lomba keterampilan pramuka tahun 2010 yakni juara umum tingkat Siaga diraih SDN 020267, tingkat Penggalang diraih SMPN 1 Binjai dan tingkat Penegak diraih SMKN 1 Binjai. (meila)

Sambutan Pembina

Sambutan Pembina Gugusdepan 18.805 - 18.806 dalam
MUSRAC VIII
DR. ISMAIL BANDA - CUT NYAK DIEN

Dalam sambutan pembukaan MUSRAC VIII tahun 2011 dibuka oleh Pembina Satuan Putra yaitu kak Hidayat, M.Ed. Dalam sambutan beliau yang dapat kami ringkas :
Pada hakikatnya musyawarah adalah pencerminan dari azas demokrasi yang dijunjung oleh bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam sila keempat Pancasila. Dalam menentukan segala hal, mengunakan musyawarah berazaskan demokrasi, sehingga tidak ada satupun kehendak yang dipaksakan melainkan berdasarkan keputusan bersama.
        Sebagai upaya untuk mencapai tujuan bersama organisasi itu, senantiasa bertitik tolak pada peraturan-peraturan (hasil keputusan musyawarah) yang telah ditanamkan dalam organisasi dan dijiwai oleh seluruh anggotanya. Keputusan keputusan yang diambil dalam musyawarah tentunya merupakan kebijaksanaan organisasi yang harus ditaati oleh anggotanya.        
Dalam sambutan ini juga pembina mengharapkan pada Dewan Racana yang terpilih untuk   mengadakan gebrakan kegiatan - kegiatan yang lebih bermanfaat dan berguna untuk perkembangan racana ini sendiri. dalam contohnya pembina mengharapkan adanya komunikasi Pramuka Perti yang ada di lingkungan SUMUT, pertemuan Penegak Pandega Kwarcab Medan, mempelopori kegiatan GITAPRAGATI SUMUT yan telah lama tidak kelihatan wajahnya.
         Dengan menutup kata sambutannya, beliau memesankan agar MUSRAC ini diselenggarakan dengan seksama, berkeadilan dan menampung aspirasi anggota racananya.

Logo, Maskot dan Lagu tema

Hari Ulang Tahun Pramuka ke 50 tahun 2011 


Dapat dibilang tahun 2011 adalah tahun yang istimewa untuk anggota Pramuka, karena tepat pada tahun ini adalah Peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang ke-50. Peringatan setengah abad ini sudah sepantasnya kita rayakan secara meriah dan merata di seluruh Indonesia. Seperti yang dituliskan oleh situs Pramukanet, Untuk memperingati HUT Pramuka kali ini, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah jauh-jauh hari mempersiapkannya, termasuk adalah mempersiapkan Logo, Maskot dan Lagu tema sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor : 019 Tahun 2011. Logo, Maskot dan Lagu Tema tersebut adalah :
Logo 50 Tahun Gerakan Pramuka
Adapun penjelasan makna logo adalah sebagai berikut :
50 Tahun Gerakan Pramuka dalam usia 100 Tahun Kepanduan di Indonesia menjadi momentum memperkuat Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi Kepramukaan yang menjadi wadah pembinaan kaum muda menuju kejayaan Indonesia dalam semangat dan jiwa persatuan dan kesatuan.
Warna :
  1. Merah lambang keberanian
  2. Putih lambang kesucian
  3. Ungu/wulung lambang kematangan dan kecintaan
  4. Kuning lambang kejayaan
  5. Hitam lambang kekuatan dan keabadian.
Maskot 50 Tahun Gerakan Pramuka
Adapun penjelasan makna maskot adalah sebagai berikut :
Nama maskot adalah si Jambul, si Jambul diambil dari karakter atau ciri khas satwa yang dijadikan maskot, yaitu elang jawa yang memiliki jambul di atas kepalanya.
3 helai bulu di atas kepalanya melambangkan Trisatya
10 helai bulu pada sayap melambangkan Dasa Dharma
5 helai bulu pada ekor melambangkan Pancasila
Warna :
Warna pada maskot mengambil warna-warna dominasi cokelat yang sudah menjadi identitas warna Gerakan Pramuka.
Lagu tema 50 tahun Gerakan Pramuka

Revitalisasi akan ganti atribut

Revitalisasi diperlukan agar generasi muda tetap tertarik 
dengan Gerakan Pramuka

 
ImageVIVAnews - Pemerintah tampak serius dalam upaya merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka). Tidak hanya melakukan pembaharuan di materi, Pramuka pun direncanakan mengganti atribut organisasi, termasuk rencana mengganti seragam.
Hal ini diungkapkan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar usai menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Rabu, 4 Agustus 2010.
"Sedang kami susun tim. Mudah-mudahanan kita punya atribut yang cocok dengan generasi saat ini, situasi dan kondisi saat ini," kata Azrul.
Selama ini, Pramuka juga identik dengan seragam coklat. Apabila ada penggantian seragam, seperti apakah warna seragam Pramuka mendatang?
"Tim itu yang akan kami minta, apakah model bajunya seperti begini? Apakah warnanya akan diubah atau dipertahankan seperti ini? Apakah terus pake peci atau tidak, kami serahkan kepada mereka," kata Azrul.
Selanjutnya, Azrul menjelaskan, tim tersebut akan melakukan studi banding mengenai penggantian seragam dan atribut Pramuka. "Bukan studi ke luar negeri. Tapi melihat contoh-contoh dari 150 negara yang tergabung dalam World Organization of Scout Movement," kata Azrul.
Selain itu, Azrul menjanjikan revitalisasi Pramuka akan melakukan pembaharuan metode pendidikan. Misalnya dengan penggunaan internet dalam Jambore Pramuka, juga kegiatan terbang layang dan aero modelling dalam aktifitasnya.
Dengan demikian, Azrul berharap generasi muda akan tertarik dengan Gerakan Pramuka. (adi)

Pelatih Pramuka

Pelatih Pramuka Harus Distandarisasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya pembaruan sistem kepramukaan di Indonesia sekarang ini. Yaitu, sistem kepramukaan yang harus menarik dan menyenangkan. Akan tetapi, juga harus menantang dalam arti sehat, terarah dan teratur. Sebab, sasarannya adalah pembentukan watak dan budi pekerti luhur.  
Sistem kepramukaan juga harus meningkatkan standar kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh gugus depan.
"Oleh sebab itu, saya berharap aspek ketenagaan, yaitu para pembina, instruktur dan pelatih dapat distandarisasi melalui sertifikasi, registrasi dan lisensi," ungkap Presiden Yudhoyono, saat memberi sambutan di acara ulang tahun ke-49 Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Lapangan Gajahmada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Sabtu (14/8) sore tadi.
Dalam acara itu, hadir Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan sejumlah menteri lainnya, Gubernur DKI Fazui Bowo dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Asrul Aswar.
Menurut Presiden, upaya standarisasi pembina, instruktur dan pelatih Pramuka, semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peran penting gerakan Pramuka dalam membina tunas-tunas harapan bangsa.  
Gerakan Pramuka sesungguhnya memiliki perana penting, dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Peran itu antara lain, selain mencetak generasi muda sebagai generasi pembangunan, juga menjadi salah satu instrumen penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis, tambah Presiden.
Dikatakan Kepala Negara, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Pramuka itu, Pramuka juga harus menjadi ajang berkarya bagi generasi muda yang kreatif, berkepribadian, tangguh dan berbudi luhur serta berdisiplin. Pramuka menjadi sarana pembelajaran bagi persaudaraan, pertemanan, dan kerukunan bagi sesama warga bangsa.
Untuk mencapai hal itu, para pimpin gerakan Pramuka di semua lapisan, patut mendengarkan kritik masyara at agar geraskan Pramukan dapat bisa lebih maju lagi. "Lakukan inovasi dan pembaruan, agar metodologi dan kegiatan kepramukaan semakin tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman," lanjut Presiden.
Sejak didirikan 14 Agustus 1961, kata Presiden gerakan pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi wadah tempat mendidik, membina dan mengembangkan karakter dan jati diri bangsa kita yang unggul dan mulia.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grocery Coupons